Warisan Gangguan Mental – Banyak sekali faktor yang mempengaruhi gangguan mental, namun sebagian besar kasus yang terjadi berasal dari warisan genetik. Jika kamu memiliki kerabat dengan gangguan mental demikian, atau kamu mencurigai munculnya gejala-gejala gangguan tersebut pada dirimu, mungkin ada baiknya kamu membaca artikel ini! Benarkah selamanya genetik berperan dalam warisan gangguan mental?
Fakta tentang Warisan Genetik pada Gangguan Mental
Para ilmuwan telah lama menyadari bahwa banyak gangguan kejiwaan cenderung terjadi dalam keluarga, misalnya gangguan bipolar, depresi berat dan skizofrenia. Meskipun demikian, penelitian tahun 2019 juga menyoroti bahwa faktor genetik yang didukung oleh kondisi lingkungan dapat memperkuat kemungkinan seseorang mengidap gangguan mental.
Di sisi lain, genetik bukan hanya satu-satunya pengaruh munculnya gangguan mental dari sisi keluarga. Penelitian tahun 2015 mencatat bahwa adanya anggota keluarga yang mengidap gangguan mental juga bisa mempengaruhi kondisi keluarga yang terlibat dalam kehidupannya di rumah tangga. Misalnya, terjadinya penurunan kesehatan fisik dan well-being seperti depresi juga ditemukan pada pengasuh atau caregiver anggota keluarga yang mengidap gangguan mental.

Selain itu, isu-isu keluarga lainnya juga bisa muncul dan secara tidak langsung mendukung penurunan kesehatan mental, misalnya kesulitan dalam keuangan, tingkat perceraian yang lebih tinggi, kohesi keluarga yang buruk, dan lingkungan keluarga yang tegang. Kondisi buruknya kesehatan mental dalam keluarga bisa diperparah ketika orang dengan gangguan mental dalam keluarga itu juga menampakkan perilaku maladaptif dan abusive yang pada akhirnya juga mengancam keselamatan anggota keluarganya. Peristiwa traumatis karena pelecehan, penyiksaan fisik, atau bullying tidak hanya berasal dari lingkungan luar, namun juga bisa berasal dari kerabat dekat. Hal ini dapat meningkatkan kerentanan orang terhadap gangguan mental yang kemungkinan diwarisi secara genetik tersebut.
Baca juga: Kenakalan Remaja Tak Pernah Biasa! Kenali Conduct Disorder pada Anak dan Remaja
Daftar Gangguan Mental yang Bisa Diturunkan
Berikut ini adalah beberapa contoh gangguan mental yang diturunkan secara genetik dilansir oleh Healthline:
- Bipolar Disorder. Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang ekstrim, yang gejala umumnya adalah merasa terlalu bersemangat dan impulsif pada waktu-waktu tertentu dan bisa merasa depresi pada waktu lainnya. Diyakini bahwa ketika salah satu dari orang tua mengidap bipolar, kemungkinan besar risiko gangguan bipolar akan menular pada anaknya. Studi menyatakan bahwa penyebab bipolar bisa menular adalah kelainan genetik, namun deteksi dini bipolar cukup sulit karena bisa overlap dengan gangguan mental lainnya. Maka dari itu, penelitian tentang bipolar masih berlanjur hingga sekarang.
- Depresi. Gangguan mental lainnya yang diyakini menurun dari orang tua ke anak adalah depresi. Dalam penelitian terkini, faktor genetik memiliki kaitan yang erat dengan gejala-gejala depresi yang dialami seseorang. Apalagi, ketika kamu memiliki saudara kembar, risikonya meningkat menjadi 37%, lho! Ditambah lagi, risiko depresi juga bisa diperbesar dengan faktor-faktor lainnya, seperti gaya hidup yang kurang sehat, penyakit kronis yang diderita, dan peran gender. Sebab menurut studi tahun 2021 di Indonesia, diungkap bahwa wanita jauh lebih rawan mengidap depresi ketimbang pria.
- Anxiety Disorder. Gangguan kecemasan bisa juga diturunkan dari orang tua ke anak. Berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2017, generalized anxiety disorder memiliki risiko diturunkan dari keluarga sebesar 30%, namun risiko ini juga diperbesar oleh berbagai macam faktor, seperti trauma masa kecil, peristiwa penuh tekanan dalam hidup, dan interaksi dengan lingkungan.
- Skizofrenia. Para ahli sampai sekarang masih meneliti kaitan genetik dengan risiko mengidap skizofrenia, dan kebanyakan hasilnya positif. Akan tetapi, belum tentu orang tua yang mengidap skizofrenia berpotensi menurunkan gangguan mental tersebut pada anaknya. Hal ini disebabkan arsitektur genetik skizofrenia sangat kompleks, heterogen dan poligenik. Dengan kata lain, gangguan mental ini disebabkan oleh banyak varian genetik umum dari efek individual yang sangat kecil dan varian genetik yang langka.
Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Gangguan di Atas?
Tidak ada solusi lain yang bisa mengatasi gangguan mental selain berkonsultasi kepada ahlinya. Psikolog klinis dan psikiater adalah mereka yang memiliki kualifikasi tepat untuk kamu temui untuk mendiskusikan permasalahan dan riwayat gangguan mental dalam keluargamu. Jangan khawatir, karena konsultasi dengan psikolog klinis maupun psikiater sangat dijaga etika kerahasiaannya.
Tapi, apa sih bedanya kedua profesional ini?
Perbedaan psikolog klinis dan psikiater adalah pada perannya di bidang penanganan kesehatan mental, namun keduanya sama-sama memiliki pengetahuan soal gangguan mental.
Psikolog klinis akan membantu kamu memperkuat diri dan mengajak kamu berdialog soal masalahmu secara mendalam melalui konseling klinis, sedangkan psikiater akan membantu meresepkan obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi gejala-gejala gangguan mental. Jadi, jika kamu ingin mengetahui terlebih dahulu apa diagnosis gangguan mental yang dialami, kamu harus pergi ke psikolog klinis terlebih dahulu.
Lewat psikolog klinis, kamu juga akan mendapatkan asesmen yang akan memperjelas kondisi kesehatan mentalmu. Kemudian, psikiater bisa kamu booking apabila kamu sudah mendapatkan diagnosis yang tepat dari psikolog. Selain itu, psikiater memiliki gelar kedokteran sehingga berhak memberikan treatment secara medis.
Lalu, bagaimana kalau kita tidak tahu harus booking psikolog ke mana? Tenang saja! Riliv punya daftar psikolog dengan kualifikasinya masing-masing yang bisa membantu kamu sesuai permasalahan yang mau kamu konsultasikan. Jangan tunggu sampai gangguan mental bertambah parah! Konsultasikan masalahmu pada psikolog di Riliv sekarang juga!
Referensi:
- Fekadu, W., Mihiretu, A., Craig, T. K. J., & Fekadu, A. (2019). Multidimensional impact of severe mental illness on family members: systematic review. BMJ open, 9(12), e032391. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2019-032391
- Gottschalk, M. G., & Domschke, K. (2017). Genetics of generalized anxiety disorder and related traits. Dialogues in clinical neuroscience, 19(2), 159–168. https://doi.org/10.31887/DCNS.2017.19.2/kdomschke
- Henriksen, M. G., Nordgaard, J., & Jansson, L. B. (2017). Genetics of Schizophrenia: Overview of Methods, Findings and Limitations. Frontiers in human neuroscience, 11, 322. https://doi.org/10.3389/fnhum.2017.00322
- Pettersson, E., Lichtenstein, P., Larsson, H., Song, J., Attention Deficit/Hyperactivity Disorder Working Group of the iPSYCH-Broad-PGC Consortium, Autism Spectrum Disorder Working Group of the iPSYCH-Broad-PGC Consortium, Bipolar Disorder Working Group of the PGC, Eating Disorder Working Group of the PGC, Major Depressive Disorder Working Group of the PGC, Obsessive Compulsive Disorders and Tourette Syndrome Working Group of the PGC, Schizophrenia CLOZUK, Substance Use Disorder Working Group of the PGC, Agrawal, A., Børglum, A. D., Bulik, C. M., Daly, M. J., Davis, L. K., Demontis, D., Edenberg, H. J., Grove, J., Gelernter, J., Neale, B. M., Pardiñas, A. F., Stahl, E., Walters, J. T. R., Walters, R., Sullivan, P. F., … Polderman, T. J. C. (2019). Genetic influences on eight psychiatric disorders based on family data of 4 408 646 full and half-siblings, and genetic data of 333 748 cases and controls. Psychological medicine, 49(7), 1166–1173. https://doi.org/10.1017/S0033291718002039
- O’Connell, K. S., & Coombes, B. J. (2021). Genetic contributions to bipolar disorder: current status and future directions. Psychological medicine, 51(13), 2156–2167. https://doi.org/10.1017/S0033291721001252
- Shadrina, M., Bondarenko, E. A., & Slominsky, P. A. (2018). Genetics Factors in Major Depression Disease. Frontiers in psychiatry, 9, 334. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2018.00334
- Suryaputri, I. Y., Mubasyiroh, R., Idaiani, S., & Indrawati, L. (2022). Determinants of Depression in Indonesian Youth: Findings From a Community-based Survey. Journal of preventive medicine and public health = Yebang Uihakhoe chi, 55(1), 88–97. https://doi.org/10.3961/jpmph.21.113
- Thunyadee, C., Sitthimongkol, Y., Sangon, S., Chai-Aroon, T., & Hegadoren, K. M. (2015). Predictors of depressive symptoms and physical health in caregivers of individuals with schizophrenia. Nursing & health sciences, 17(4), 412–419. https://doi.org/10.1111/nhs.12205
- WebMD. (2022). Causes of Mental Illness. Retrieved from WebMD: https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-causes-mental-illness
- Wisner, W., & Washington, N. (ed.). (2022). Can You Inherit a Mental Illness?. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/are-mental-illness-genetic